Selasa, 16 Oktober 2012

MELESTARIKAN KEBUDAYAAN INDONESIA MELALUI TARIAN


MAKALAH TENTANG MELESTARIKAN KEBUDAYAAN INDONESIA MELALUI TARIAN
                                      NAMA    :    Mala Rohima N
                                         NPM       :    14212379
                                         KELAS   :     1EA04
Tugas : Ilmu Budaya Dasar
Tema : Peran Manusia dalam menjaga, melestariakan kesusastraan kebudayaan

MANAJEMEN EKONOMI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia dengan letak geografis sebagai Negara yang kaya raya akan sumber daya alam, Sumber daya manusia dan sumber daya budaya yang melimpah. Bangsa kita merupakan bangsa yang serba multi, baik multi bangsa, multi agama, maupun multi budaya. Bahkan banyk dari budaya kita dipamerkan dan dipertontonkan di pameran luar negri.

             Kebudayaan mencangkup segala hal yang merupakan keseluruhan hasil cipta, karsa, dan karya manusia, termasuk didalamnya benda-benda hadil kreativitas dan ciptaan manusia, lagu daerah, dan kesenian daerah lainnya. Dan Indonesia juga memiliki kepulauan yang sangat beragam adat istiadatnya dan budaya yang tersebar di seluruh tanah air dari sabang sampai merauke, mulai dari bahasa, pakaian adat, tradisi, tari-tarian, aneka seni rupa dan lain sebagainya. Nah kita sebagai generasi muda harus  melestarikan tarian dan kebudayaan kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya tari tarian daerah. Masing-masing tari daerah mempunyai ciri-ciri dan mempunyai ke-khasan tersendiri dibanding dengan tarian yang lain. Salah satunya adalah Tari Jaipong dari Jawa Barat dan Tari toror dari Sumatra utara.
Sehubungan dengan itu penulis akan membahas tentang “Bagaimana Cara Melestarikan Tari Jaipong dan Tortor” mengingat kemajuan budaya barat dan globalisasi dengan harapan masyarakat lebih dalam mengetahui tari jaipong dan  tari tortor akan terus melestarikannya di generasi berikutnya.






1.2  Rumusan Masalah

           Hal-hal yang akan penulis uraikan dalam penulisan makalah tentang sejarah perkembangan tari jaipong dan tor-tor :
·        Berasal dari manakah Tari Jaipong  dan Tari Tor-tor?
·        Bagaimana perkembangan dan sejarah Tari Jaipong dan Tari Tor-tor?
·        Bagaimana apresiasi masyarakat mengenai Tari Jaipong dan Tari Tor-tor?
1.3  Pembatasan Masalah
Sehubungan dengan judul makalah di atas penulis hanya membatasi pembahasan tersebut hanya tentang bagaimana perkembangan tari jaipong dan tari tortor tersebut belum beranjak naik masih sebagian orang yang melestarikannya. Oleh sebab itu penulisan makalah dan penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat.
1.4  Tujuan Penelitian
Di harapkan dapat menambah wawasan pembaca dan agar masyarakat mau melestarikan kebudayaan Tari Jaipong dan Tari Tortor yang telah di warisi leluhur kita terdahulu kelak dikemudian hari agar tidak di klaim oleh Negara-negara lain.







BAB II
ISI
2.1 Pengertian Tari Jaipong dan Tor-tor

Tari Jaipong adalah Sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira.  Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu.  Ada juga seniman dari Jawa Barat yang mengatakan bahwa nama Jaipongan adalah nama yang mengacu pada bunyi gendang terdengar plak, ping, pong.

Tari jaipong muncul pada tahun 1970 an dan langsung menjadi tren dimasa itu. Dan lahirnya jaipong tidak terlepas dari tahun 1961, karena , Presiden Soekarno yang pada saat itu mulai membatasi budaya asing termasuk musik-musik barat. Beliau justru mendorong seniman tradisional untuk mau menunjukkan ragam tarian etnik dari daerah-daerah di Indonesia, di tingkat internasional.
Tari Jaipongan pun memiliki gaya atau aliran yang berbeda-beda di dalamnya, tergantung dari daerah perkembangannya masing-masing. Salah satunya adalah gaya kaleran dari Karawang. Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan. Inilah permasalahan yang selalu muncul dalam kesenian Jaipong yaitu image erotis yang terdapat dalam gerakan tari Jaipong. Jika diteliti lebih mendalam citra erotis pada Jaipong muncul karena dalam setiap pertunjukan memang dibutuhkan daya tarik, hal yang dipandang erotis inilah yang merupakan daya tarik dari suatu pertunjukan tarian Jaipong. Jaipong selalu dipertunjukan di tempat-tempat yang tidak prostistius yaitu di acara perkawinan, hajatan dan panggung 17-an ditambah tarian Jaipong merupakan tarian yang ketuk tilu yang telah dibuat lebih modern, Ketuk Tilu selalu megundang konotasi yang kurang terhormat karena dalam tarian ini selalu tampil penari ronggeng yang selalu diidentikan dengan setengah pelacur, maka nama yang kurang menguntungkan itu diganti dengan nama Jaipong .
Erotisme adalah bagian terpenting dalam suatu pertunjukan, untuk menarik perhatian penonton untuk menyaksikan suatu  pertunjukan, untuk menarik perhatian penonton untuk menyaksikan suatu pertuntukan. Dan hal tersebut berlaku juga dalam pertunjukan tarian Jaipong.
Tari Tor-tor adalah budaya yang telah lama ada dan dikenal luas di suku Batak dan Mandailing. ”Budaya itu sudah ada sejak 500 tahun lalu di Mandailing,”. Kata "Tor-tor" berasal dari suara hentakan kaki penarinya di atas papan rumah adat Batak. Penari bergerak dengan iringan Gondang yang juga berirama mengentak. "Tujuan tarian ini dulu untuk upacara kematian, panen, penyembuhan, dan pesta muda-mudi. Dan tarian ini memiliki proses ritual yang harus dilalui," kata Togarma kepada National Geographic Indonesia. Tari Tor-tor selalu di iringi dengan tabuhan gondang Sembilan. Dari jenis tari dan maksudnya, Tari Tor Tor selalu berhubungan dengan roh.  
Menurut sejarahnya, tari Tor Tor memang dilakukan untuk memanggil para roh agar masuk ke dalam patung-patung batu yang merupakan simbol dari para leluhur. Karena itu gerakan Tor Tor adalah kaku karena dipercaya para roh melakukan tarian itu juga.
Namun saat ini, Tari Tor Tor sudah tidak lagi diasumsikan lekat dengan dunia roh. Tari Tor Tor menjadi sebuah budaya dan seni yang dikenal masyarakat dunia sebagai budaya tanah air.









BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
A.    Tari Jaipong berasal dari jawa barat ciptaan Gugum Gumbira. Tarian ini memiki aliran atau cirikhas yang berbeda di setiap daerahnya. Biasanya tari jaipong ditampilkan untuk menyambut acara-acara penting pada saat upacara, pernikahan,  menyambut tamu Negara bahkan jaipong sudah sampai ke luar negeri.
B.     Tari Tor-tor berasal dari Sumatra utara biasanya tarian ini digunakan untuk kematian , panen , penyembuhan, pesta muda-mudi dan sebagainya
Setelah kalian melihat macam-macam tarian yang ada di Indonesia dan sekarang waktunya
para generasi muda untuk  memperenalkan atau pun mempelajari tarian- tarian yang ada di Indonesia ke dunia luar agar tarian di Indonesia dikenal di mancanegara jangan sampai kejadian seperti Tari Tor- Tor dari Daerah Sumatra Utara di mengklaim oleh Negara tetangga “Malaysia” dan akhirnya setelah Malaysia mengklaim tarian tersebut baru Indonesia mengakui adanya tari Tor-Tor . dan jangan sampai tari-tarian yang lain diakui oleh Malaysia.

3.2 Saran

Penulis berharap agar generasi muda jaman sekarang jangan melupakan peninggalan nenek moyang kita, kita sebagai generasi muda harus bias melestarikan kebudayaan Indonesia ini jangan sampai kejadian seperti tari tor-tor yang di klaim Malaysia terulang kepada kebudayaan Indonesia yang lain. Jadi kalau bukan dari sekarang kapan lagi sudah saatnya kita memperkenalnya budaya Indonesia ke luar negeri dan mempatenkan hak …. Agar tidak ada saling mengklain Negara satu dengan yang lainnya.

Study pustaka

http://www.azamku.com/macam-macam-tarian-tradisional-indonesia.html

















1 komentar: